Bangun Pabrik KA di Banyuwangi, INKA-KAI dan Perusahaan Swiss Bikin JV

PT INKA (Persero), PT KAI (Persero), dan perusahaan kereta api Swiss, Stadler Rail, akan membentuk perusahaan joint venture, yang akan membangun pabrik kereta api di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (21/9). (dok. BUMN)

Kabar membanggakan datang dari pabrikan kereta api pelat merah PT INKA (Persero) dan operator jasa perkeretaapian PT Kereta Api Indonesia (Persero). Dua badan usaha milik negara itu menjalin kerja sama dengan produsen kereta api Swiss, Stadler Rail.
Ketiga perusahaan ini akan membentuk perusahaan patungan untuk membangun pabrik kereta api di Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim). Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno mengatakan, kerja sama ini akan membantu pemerintah dalam pengembangan sistem transportasi kereta api di tanah air.
Selain itu, pembangunan pabrik kereta api ini akan menyerap tenaga kerja dan meningkatkan daya saing Indonesia di mata dunia. Kerja sama ini sebagai tindak lanjut kesepakatan antara INKA dan Stadler Rail saat kunjungan delegasi Swiss ke Indonesia pada Maret 2019 di Banyuwangi.
“Investasi ini sangat mendukung program pembangunan sarana transportasi di Indonesia. Apalagi, volume penumpang kereta api terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kami berharap pembangunan pabrik kereta api ini menjadi pembuka penjualan kereta api asal Indonesia di pasar internasional,” ujar Rini, melalui keterangan resmi kepada wartawan, Minggu (22/9).
Penandatanganan perjanjian tersebut dilakukan oleh Executive Chairman Stadler Rail Peter Spuhler dan Presiden Direktur INKA Budi Noviantoro. Penandatanganan juga disaksikan Duta Besar RI Muliaman D Hadad.
Pada tahap pertama, investasi yang dikucurkan akan mencapai USD 100 juta untuk memproduksi 125 gerbong pertahun yang akan ditingkatkan menjadi 1.000 gerbong pertahun. KAI akan menjadi pembeli utama produksi perusahaan joint venture (JV) ini.
Pabrik akan dibangun di area seluas 83 hektare di Banyuwangi yang mempunyai pelabuhan laut sejauh 3 kilometer (KM) dari lokasi pabrik. Pembangunan pabrik diperkirakan akan selesai pada 2020. Untuk mendukung pengembangan SDM guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri ini, Stadler Rail akan mendirikan sekolah vokasi perkeretaapian di Indonesia.
“Ini adalah kesepakatan investasi Swiss yang pertama setelah penandatanganan Indonesia-EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE CEPA) pada Desember 2018. Diharapkan kerja sama ini akan mendorong investasi di sektor lainnya antara kedua negara,” kata Rini.
Share:

Recent Posts